contoh produk sukses & produk gagal

Posted October 22, 2009 by anneahirateam
Categories: Uncategorized

Contoh Produk Sukses & Gagal di Pasar

PRODUK SUKSES

Honda Supra X 125

Motor keluaran honda yang diluncurkan tahun 2005 ini diposisikan sebagai pengganti honda kharisma yang sudah keluar duluan sekitar tahun 2001, ubahan pada produk ini dibanding produk sebelumnya adalah memakai body baru sedangkan pada sektor mesin tetap sama dengan pendahulunya.  Motor keluaran honda ini sangat laris di pasaran pada segmen bebek 125, dikarenakan brand image honda yang irit, after sales yang baik, kesediaan spare parts yang tersedia dalam ori hingga KW, dan harga jual kembali yang relatif tinggi.

Hingga kini Supra X 125 masih sukses merajai pasaran bebek kelas 125 dengan ubahan di sektor lampu, knalpot yang lebih ramah lingkungan, penambahan disc brake belakang yang menjamin pengereman lebih pakem dan hal inilah yang menyebabkan Honda Supra X 125 mengalahkan jumlah penjualan terhadap rival-rivalnya di kelas bebek 125.

PRODUK GAGAL

Suzuki Arashi 125

Motor keluaran suzuki yang mulai diluncurkan pada tahun 2005 ini diposisikan sebagai pendamping shogun 125 dengan fitur lampu di tengah dan mesin lebih sedikit bertenaga dibanding shogun 125 namun produk ini kurang laku di pasaran sebab konsumen ‘merasa’ aneh dengan bentuk bebek seperti ini dan mereka cenderung menyukai lampu di batok saja padahal dari sisi mesin produk ini lebih baik dibanding supra x 125, hal ini disebabkan brand image suzuki yang terkenal kencang tapi sedikit boros, spareparts yang mahal karena hanya tersedia original, jaringan service yang sedikit dibanding honda, dan harga jual kembali yang jatuh padahal sesungguhnya produk ini tidak seperti itu.

Pada Akhirnya tahun 2007 awal suzuki menghentikan produksi motor ini dan konsen dengan produk andalan mereka yaitu suzuki shogun 125 yang namanya masih dapat diterima di masyarakat walaupun angka penjualannya belum melampaui angka penjualan supra x 125.

Segmentation of market focused on UMN’s Students’ needs

Posted October 8, 2009 by anneahirateam
Categories: Uncategorized

dapat dilihat di atas bahwa jika anak UMN ingin memiliki blackberry mereka akan condong mencari yang paling mahal sebab fitur lebih komplit dan lebih bergengsi, kemudian dengan GSM mereka akan mencari harga dan fitur yang sedang-sedang saja sebab kalah dengan fitur blackberry connect. terakhir untuk CDMA mahasiswa UMN hanya membutuhkan fitur yang standar untuk menelpon dengan biaya yang murah.

-Ashari

Confession of Shopaholic

Posted October 8, 2009 by anneahirateam
Categories: Uncategorized

Confession of Shopaholic

Economic needs

-    Dependability
o    Rebecca ketergantungan dengan kartu kredit karena selalu berbelanja dengan kartu kredit bukan denga uang tunai.
–    Convenience
o    Dari segi ekonomi yang sekarang, hidup Rebecca merasa kurang nyaman karena ia dikejar Derek Smith sang penagih hutang dan ia tidak mampu untuk membayar tagihannya

-    Efisiensi
o    Tidak efisien sebab besar pasak daripada tiang.

-    Economy of purchase
o    Penerimaan Rebecca lebih kecil dibanding pengeluarannya.

-    Motivation
o    Barang-barang bermerk terkenal dengan kualitias tinggi.

-    Attitude
o    Gila belanja  hanya memakai barang-barang bermerk terkenal.

-    Lifestyle
o    Gemar berbelanja dengan menggunakan kartu kredit tipikal wanita metropolitan.

-    Family
o   Hubungan dengan keluarganya cukup baik.

-    Reference Group
o    Masuk dalam grup yang ingin berhenti dari gila belanja.

-    Social Class
o    Menengah Atas

-    Culture
o    Gila belanja dengan kartu kredit

-    Purchase Reason
o    Semasa kecil Rebecca tidak mampu membeli barang mahal ditambah diskon yang menggiurkan ketika melihat barang di etalase.

-    Time
o   Di saat sudah dewasa dan mapan.

-    Surroundings
o    Lingkungan tempat ia tinggal tidak gila belanja seperti Rebecca.


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.